WELCOME

Minggu, 13 Oktober 2013

PENGANTAR TELEMATIKA



SEJARAH DAN PENGERTIAN

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah : Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).


BIDANG-BIDANG YANG TERKAIT TELEMATIKA

Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah:

1. E-goverment (Pemerintahan) 
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya[15]. 

Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce (Bisnis)

Selasa, 28 Mei 2013

CONTOH PROPOSAL

I.PENDAHULUAN
Mempererat Hubungan Antar Semua Warga Masyarakat Adalah Hal Yang Wajib Bagi Setiap Warga Masyarakat , khususnya Warga Negara Indonesia yang merupakan negara yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan anatra sesama masyarakat, maka dari itu di adakan lomba untuk memperingati HUT RI KE 67 yang bertujuan untuk memepererat tali persaudaraan antar warga dan juga sarana memepersatukan masyarakat

II.PERUMUSAN MASALAH
Desa Slogoretno merupakan salah satu Desa yang ada di Indonesia yang Peduli Terhadap Negara dan juga sejarahnya, Maka dari itu untuk Mempringati HUT RI ke 67 Desa Curug turut  Memeriahkan HUT dengan cara mengadakan lomba antar warga, yang bertujuan untuk meramaikan dan juga sebagai ajang silahtirahmi antar warga di desa Curug.

III.TUJUAN
Tujuan di adakan lomba adalah sebagai berikut
1. Mmpererat Hubungan antar warga masyarakat
2. Memeriahkkan HUT RI KE 67
3. Menghargai Jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang

IV.SASARAN
Sasaran di adakan kegiatan ini adalah seluruh warga masyarakat Desa Slogoretno

V. TEKNIK PELAKSANAAN
Teknik pelaksasanaan lomba sebagai berikut
1. Setiap warga berhak turut berpartisipasi dalam lomba
2.  Mengikuti lomba tidak akan di kenai biaya apapun
3.  Setiap warga beleh mengikuti lomba lebih dari satu(1) lomba asalkan waktunya
     tidak berbenturan dengan lomba lain

TEKNIK PEMBUATAN PROPOSAL

DEFINISI
Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yabng dibuat dalam bentuk formal dan standar. Dalam pengertian ilmiah, proposal adalah suatu perancangan desain penelitian yang akan dilakukan seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Sedangkan proposal dalam pengertian umum memiliki makna suatu usulan rancangan atau kegiatan.
Bentuk proposal penelitian dan proposal umum memiliki banyak kemiripan. Bedanya, bahasa yang digunakan dalam proposal umum lebih lentur dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisannya. Meskipun begitu, penulisan proposal umum harus tetap mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat lebih midah dimengerti oleh orang-orang yang membacanya.
Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai tahap perencanaan yang telah dibuat di tahap sebelumnya. 

Syarat-syarat Proposal yang Baik

1. Jelas (Clear)
   Yang dimaksud jelas, proposal harus dapat memaparkan kegiatan 
   usaha secara jelas, terutama mengenai :

  • bidang usaha
  • status kepemilikan,
  • surat izin badan usaha yang diperlukan,
  • bentuk kerja sama yang ditawarkan,
  • pasar produk yang ditawarkan,
  • tenaga kerja,
  • pesaing,
  • bahan baku.


2. Singkat (Consice)
   Proposal harus ditulis singkat tanpa melupakan kaidah-kaidah 
   penulisan dan mengurangi kejelasan dan kelengkapan proposal.  
   Harap diingat, bahwa dunia usaha selalu harus mengikuti 
   perkembangan, karenanya penyampaian sesuatu secara singkat dan 
   tepat pada sasaran merupakan sesuatu keharusan

3.
Lengkap (Complette)
   Proposal harus dibuat secara lengkap, artinya proposal harus 
   dibuat dengan informasi pendukug. Kelengkapan informasi 
   terutama mengenai pesaing dan peluang pasar akan sangat 
   membantu pelaksanaan usaha. Usaha menutup-nutupi informasi 
   akan menjadikan bumerang bagi pengelola usaha, karena pada 
   waktunya akan diketahui juga.

4. Benar (Correct) 
   Kebenaran proposal sangat dipengaruhi oleh nurani pembuat. 
   Jangan sampai karena ingin meyakinkan dan membuat proposal 
   semenarik mungkin, penyusun menyembunyikan informasi-informasi 
   yang yang dirasa kurang menguntungkan. Bila pada suatu waktu 
   diketahui ketidkbenaran proposal, nama baik dan kredibilitas 
   penyusun sangat dipertaruhkan. Adalah sesuatu hal yang sangat 
   sulit meyakinkan orang, bila pernah membohonginya, dasar utama 
   dari bisnis adalah kepercayaan, karenanya kepercayaan adalah 
   sesuatu yang sangat mahal.

5. Tidak kadaluwarsa (up to date)
   Keakuratan dan ketepatan data pendukungsangat diperlukan dalam 
   penyusunan usaha. Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat 
   pesat mengharuskan kegiatanusaha mengikutinya. Proposal 
   usahapun demikian, ia harus dibuat sesuai perkembangan. 
   Perkembangan tidak hanya sebatas pada perkembangan ilmu dan 
   teknoligi saja, tetapi juga perkembangan pranatadan nilai-
   nilai yang dianut masyarakat.

Sistematika Pembuatan Proposal

Selasa, 30 April 2013

HIPOTESIS

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.


Karakteristik Hipotesis yang Baik
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
    1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
    2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di  
   antara variabel-variabel-variabel.
    3. Hipotesis harus dapat diuji
    4.Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah 
   ada.
    5.  Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas 
   mungkin

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :
  • Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
  • Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
  • Hipotesis harus Dapat Diuji
  • Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan  data–data empiris.
  • Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan
  • Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya .
  • Hipotesis dinyatakan secara sederhana .

Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

KEGUNAAN

Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya :

     1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori.   
       Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk 
       menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab 
       dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori 
       mengenai konflik.
     2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau 
       tidak benar atau di falsifikasi.
     3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan 
       pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya 
       sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk    
       menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari 
       nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.