WELCOME

Minggu, 30 Maret 2014

White Box vs Black Box




White Box Testing
 Pengertian
White box testing adalah pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detail perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program secara procedural untuk membagi pengujian ke dalam beberapa kasus pengujian. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.
UJI COBA WHITE BOX

Uji coba white box adalah metode perancangan test case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis sistem akan dapat memperoleh test case yang:
·       Menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan sekurang-kurangnya sekali
·       Mengerjakan seluruh keputusan logikal
·       Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
·       Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas

Kelebihan
  - Kesalahan logika. Digunakan pada sintaks ‘if’ dan pengulangan. Dimana White Box Testing akan mendeteksi kondisi-kondisi yang tidak sesuai dan mendeteksi kapan proses pengulangan akan berhenti.
   - Ketidaksesuaian asumsi. Menampilkan asumsi yang tidak sesuai dengan kenyataan, untuk di analisa dan diperbaiki.
   - Kesalahan ketik. Mendeteksi bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive.
Kelemahan
- Untuk perangkat lunak yang tergolong besar, White Box Testing dianggap sebagai strategi yang tergolong boros, karena akan melibatkan sumber daya yang besar untuk melakukannya.

Selasa, 19 November 2013

Dampak Telematika



--------------------------------------- 
ETIKA PROFESIONALISME TSI
Dosen :Ruddy Suhatril
RETNO AYU PRATIWI – 4KA20 – 15110777
---------------------------------------


Teknologi Telematika mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia zaman sekarang, dan tidak dapat dipungkiri hampir seluruh kegiatan sehari-hari manusia berhubungan dengan Teknologi Telematika. Selain memiliki dampak positif (manfaat) , Teknologi Telematika juga dapat membuat dampak negatif pada pengguna atau seseorang tergantung bagaimana bijaknya kita memanfaatkan Teknologi Telematika tersebut. Dan berikut ini akan dipaparkan mengenai dampak positif (manfaat) dan negatif Teknologi Telematika.



Manfaat dari telematika:   

  1. Sebagai sarana penyebaran informasi yang sangat luas dan cepat
  2. Penggunaan telematika sendiri diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat pada khususnya di daerah-daerah tertinggal sehingga dapat membantu pemerataan pembangunan.
  3. Dalam dunia usaha manfaat telematika dapat digunakan sebagai sarana untuk
    mempromosikan sebuah produk dan mempermudah transaksi dalam berbisnis dan juga meningkatkan pendapatan dan dapat meningkatkan perekonomian.
  4. Manusia sebagai mahluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi dalam dan telematika juga mendukung hal tersebut pada akhir-akhir ini sangat booming media jejaring sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, yahoo messenger, dll sehingga kita dapat berkomunikasi kapan saja dan dengan siapa saja dan tidak terhalang jarak dan waktu.
  5.  Mempermudah Pemerintah dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui e-goverment 

Dampak Negatif Telematika:

Pemanfaatan (Implementasi) Telematika


Komputer dan Multimedia semua perkembangan zaman di dunia ini tidak pernah luput dari peran Telekomunikasi yang berhubungan dengan Komputer dan Multimedia. Dan semua yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi dapat disebut Telematika.

Pada uraian kali ini akan membahas mengenai penerapan (implementasi) telematika pada kehidupan sehari-hari. Dan untuk mereview pada post sebelumnya yang sempat menjelaskan tentang bidang yang terkait dengan telematika maka akan dijelaskan sedikit tentang contoh sederhana penerapan telematika disekitar kita, antara lain :  

  • Komunikasi seperti Handfree, SMS dan MMS, Video Call dan lain-lain.
  • Hiburan seperti Musik, Video, Game dan lain-lain.
  • Kesehatan seperti Respon Kecelakaan, Rekam Medis, Manajemen Sumber Daya, Konsultasi Jarak jauh dan lain-lain.
  •  Pemerintahan seperti Layanan Kependudukan, Catatan Sipil, SIM dan lain-lain.

  • Pendidikan seperti E-Learning, Informasi Akademik, Pendaftaran Online dan lain-lain.
  • Bisnis seperti E-Business, E-Commerce, E-goverment dan lain-lain.

Jadi memang benar bahwa Telematika tidak aakan pernah hilang pada kehidupan sehari-hari seperti pada Komunikasi, Hiburan, Kesehatan, Bisnis, Pendidikan, bahkan Pemerintahan pun mempunyai penerapan Telematika karena Teknologi semakin maju, komputerise semakin dibutuhkan atau mempunyai peranan penting tersendiri dan mungkin saja sebuah negara belum bisa dikatakan maju jika belum dapat menerapkan dan benar-benar memanfaatkan telematika dengan baik di negara tersebut. 



Sumber :
http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/12/pengalaman-implementasi-telematika.html

Minggu, 13 Oktober 2013

PENGANTAR TELEMATIKA



SEJARAH DAN PENGERTIAN

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah : Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).


BIDANG-BIDANG YANG TERKAIT TELEMATIKA

Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah:

1. E-goverment (Pemerintahan) 
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya[15]. 

Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce (Bisnis)