WELCOME

Minggu, 10 Maret 2013

PENALARAN INDUKTIF


Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.

PENALARAN  INDUKTIF

§  DEFINISI
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.

Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat.

  §  JENIS-JENIS PENALARAN INDUKTIF

                  1.   GENERALISASI
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
1. Dompet yang dijual di toko Noona harganya mahal
2. Kaca mata yang dijual di toko Noona harganya mahal
Kesimpulan nya  : Barang-barang yang dijual di toko Noona harganya mahal.

Generalisasi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu, generalisasi sempurna (tanpa loncatan induktif) dan generalisasi dengan loncatan induktif.

1.    Generalisasi SEMPURNA ( tanpa loncatan induktif):

Generalisasi sempurna (tanpa loncatan induktif) adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh :  sensus penduduk

2.    Generalisasi tidak sempurna (Dengan Loncatan Induktif)
Generalisasi tidak sempurna (dengan loncatan induktif) adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh wanita diatas umur 17tahun di Korea melakukan operasi wajah.

               2.   ANALOGI
Analogi merupakan cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yangmempunyai sifat yang sama.

Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
·         Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
·         Meramalkan kesamaan
·         Menyingkapkan kekeliruan

Klasifikasi
Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak memiliki iman disaat diberi kenikmatan, ia akan melupaka n zakat dan terkadang melewati batas. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kenikmatan oleh Allah, bersikaplah muah hati dan selalu ingat kepada Allah atas nikmat yang diberikan-Nya.

           3.      HUBUNGAN KAUSAL
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Macam hubungan kausal :

a)      Sebab- akibat.
Kemarau panjang di daerah Jakarta menyebabkan kekeringan
b)      Akibat – Sebab.
Giant memiliki bertubuh gemuk disebabkan dia tidak dapat mengontrol nafsu makan yang berlebih
c)      Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.


SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar