WELCOME

Minggu, 10 Maret 2013

PENALARAN DEDUKTIF


DEFINISI

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.

Penalaran Deduktif antara lain yaitu :


Silogisme kategorial
Entimem
Rantai deduksi
Silogisme alternatif
Silogisme hipotesis

Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)

Terdapat beberapa macam silogisme dalam penalaran deduktif, yaitu :


a. Silogisme kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:

Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua pelajar SMP adalah lulusan SD
Mn : Badu adalah pelajar SMP
K : Badu lulusan SD

My : Tidak ada wanita yang suka dibohongi
Mn : Ana adalah wanita
K : Ana tidak suka dibohongi

My : Semua mahasiswa mempunyai ijazah SMA
Mn : Nadira tidak memiliki ijazah SMA
K : Nadira bukan mahasiswa

PENALARAN INDUKTIF


Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.

PENALARAN  INDUKTIF

§  DEFINISI
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.

Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat.

  §  JENIS-JENIS PENALARAN INDUKTIF

                  1.   GENERALISASI
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
1. Dompet yang dijual di toko Noona harganya mahal
2. Kaca mata yang dijual di toko Noona harganya mahal
Kesimpulan nya  : Barang-barang yang dijual di toko Noona harganya mahal.

Generalisasi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu, generalisasi sempurna (tanpa loncatan induktif) dan generalisasi dengan loncatan induktif.

1.    Generalisasi SEMPURNA ( tanpa loncatan induktif):

Generalisasi sempurna (tanpa loncatan induktif) adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh :  sensus penduduk

2.    Generalisasi tidak sempurna (Dengan Loncatan Induktif)
Generalisasi tidak sempurna (dengan loncatan induktif) adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh wanita diatas umur 17tahun di Korea melakukan operasi wajah.

               2.   ANALOGI
Analogi merupakan cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yangmempunyai sifat yang sama.

Senin, 07 Januari 2013

Keterampilan Berbahasa INDONESIA

ANGGOTA KELOMPOK :
AJI PRIHANTORO                 10110464
BISMO NUGROHO AJI         11110424
RETNO AYU PRATIWI         15110777
SYAHRIZA FAHMI               16110774
WAHID SULAIMAN


Ketrampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang dapat meliputi mendengarkan atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis

Keterampilan berbahasa dibagi menjadi 2 , yaitu LISAN dan TULIS . Lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan keterampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis.


Jadi, keterampilan berbahasa merupakan sesuatu yang penting untuk dikuasai setiap orang. Dalam suatu masyarakat, setiap orang saling berhubungan dengan orang lain dengan cara berkomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa keterampilan berbahasa adalah salah satu unsur penting yang menentukan kesuksesan mereka dalam berkomunikasi

Rabu, 02 Januari 2013

TRAGEDI VOUCHER 50 RIBU

 Hari ini gue sial banget ya kayaknya , atau emang kurang amal ya kena tragedi begini J

Tepat pukul 13:00 gue berangkat ke daerah Pal (Depok) untuk membeli rujak (lagi pengen) , sesampainya disana rujaknya habis , memang berniat untuk membeli pulsa berupa VOUCHER ya gue mampir ke sebuah tempat penjualan pulsa yang cukup besar (grosiran). Gue membeli voucher pulsa smartfren 100rb dan voucher S*MP*TI 50rb dan 25rb .

Setelah membeli pulsa gue pun segera pulang , sesampainya dirumah gue gosok voucher S*MP*TI 50rb , lalu gue masukkan 16digit kode voucher tersebut . Apesnya entah menggosok terlalu keras atau kondisi fisik voucher yang tak bagus, kode digit voucher 50rb tak terlihat tetapi voucher 25rb masih terlihat sangat jelas. 1kali gue masukkan tidak bisa (kode invalid) , gue pikir salah memencet angka pada keypad handphone lalu gue ulangi lagi , ternyata tetap tidak bisa sampai 3kali gue mencoba. Karena gue takut terblokir karena mencoba-coba kode voucher yang selalu salah, maka gue mengisi voucher 25rb terlebih dahulu. Voucher 25rb itu berhasil gue isi, lalu gue kembali mencoba memasukkan voucher 50rb yang tadi. Karena gue berpikir kalau ada nomor yang gue salah lihat maka gue ulang terus menerus mencoba dengan angka yang kemungkinan mirip (seperti angka 3 dengan 5) sampai akhirnya nomor gue tidak bisa dimasukkan kode voucher (mengisi pulsa melalui voucher) .

Yaaa gue bingung apakah memang gue yang salah masukkan kode angka atau memang kartu tersebut adalah kartu palsu (voucher kosong) . Lalu gue putuskan untuk mengecek kondisi kartu dan gue bedakan dengan voucher yang 25rb , karena gue pikir gue tidak mungkin komplain kesana karena tempatnya cukup jauh dan gue pun malas untuk kembali ke toko tersebut.

Setelah itu saya coba membedakan dengan cara membelah 2 voucher 50rb dan 25rb, saya bedakan kertas voucher tersebut , dan hasilnya memang beda .


















Kondisi kertas 25rb                         :           warna Putih
Kondisi kertas 50rb palsu              :           berwarna agak hitam seperti kertas karbon
Bau kertas 25rb                                :           berbau seperti layaknya voucher, bisa dibedakan
                                                                        dengan kertas voucher lainnya , baunya khas
                                                                        VOUCHER
Bau kertas 50rb palsu                      :           seperti bau kertas daur ulang
                                                                        bau bahan kimia yang cukup menyengat
Dasar hologram 25rb                       :           berwarna MERAH
Dasar hologram 50rb palsu            :           berwarna putih

Entahlah apakah itu memang VOUCHER palsu atau memang kondisi fisik voucher yang tidak bagus sehingga saat digosok nomor langsung menghilang tidak terlihat dan membuat nomor yang gue masukkan salah , tetapi sampai gue mencoba menebak dengan angka yang berbeda beda tetap tidak bisa, apakah itu wajar?

Yaa setelah itu gue memutuskan membeli pulsa elektrik , agak jera beli voucher hahaa . Gue sempet membaca artikel seseorang di blog bahwa dy pernah mengalami hal serupa , bedanya ia tidak mengecek kondisi fisik voucher dan membedakan, voucher rusak tersebut dibawa beliau ke Grapari Telk*ms*l terdekat dan diganti dengan voucher baru . Apa masih berlaku dan apakah masih mau pihak operator tersebut mengganti? Silahkan dicoba J

Jadi saran gue yaaa hati-hati memilih tempat pembelian voucher , gosoklah voucher ditempatnya langsung dan menggosoklah dengan perlahan , dan terakhir rajinlah beramal agar tidak mengalami hal seperti ini hahahaaa #kidding .